oleh

Sukses Kembangankan Kebun Jeruk Eptilu, Rizal Pemuda Asal Cikajang Jadi Duta Petani Muda Asean

GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Anak muda milenial asal Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini ternyata bukan orang sembarangan. Ia adalah Duta Petani Muda Asean pada tahun 2018 pada ajang “The Asean Young Succes Farmer” di Philipina. Dan April 2019 lalu, ia pun menjadi utusan Indonesia pada ajang The 2nd Youth Leadhership Program in Agriculture for Belt and Road (South-South Coorporation), di Beijing, China. Sebelumnya, dia meraih Penghargaan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2016 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Rizal Fahreza, begitu nama petani pemuda Garut berprestasi ini, memang berlatar belakang pendidikan pertanian. Ia lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun visinya dalam mengangkat pertanian sehingga perkebunan jeruknya di kampung halamannya juga menjadi menjadi objek wisata yang menarik, merupakan sesuatu yang baru. Dengan inovasi itu pulalah ia mampu mengangkat sektor pertanian menjadi sesatu yang memiliki daya magnetik bagi kaum muda lainnya untuk meniru. Semua tahu, pertanian bukanlah pekerjaan yang populer bagi mereka, kalau tak boleh disebut pekerjaan yang dihindari.

Baca juga:

Empat BUMN Masuk Perusahaan Publik Global Terbesar di Dunia

Perkebunan jeruknya di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, kini menjadi buruan traveller dari berbagai daerah. Di perkebunan ini pengunjung bisa menikmati jeruk segar dengan cara memetik langsung dari pohonnya. Kemudian ditimbang di kasir untuk dibawa ke rumah atau dikonsumsi langsung di tempat. Nama kebunnya sudah tak asing lagi bagi warga Garut atau pecinta jeruk, yakni “Eptilu”.

Nama Rizal memang jarang disebut ketika orang membicarakan kebun jeruk Eptilu, padahal dia merupakan inovator yang mengintegrasikan perkebunan Eptilu dengan sektor wisata.

Entah sudah berapa kali ia diundang pihak Kemenpora unuk menularkan kesuksesannya kepada anak muda lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Saat di Beijing China saya ditugaskan untuk mengenalkan wirausaha saya di bidang pertanian kepada negara Asia bahkan dunia. Dan ternyata mereka memiliki respon yang cukup baik. Ini sesuatu yang membanggakan bagi saya sebagai anak muda yang menggeluti usaha bidang pertanian,” ujar Rizal seperti dirilis laman Kemenpora.go.id.

Baca juga:

Dua Barista Garut akan Demontrasi Seduh Kopi di Norwegia

Lokasi wisata petik jeruk Eptilu berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cigedug, kecamatan hasil pemekaran dari Cikajang. Di sini selain bisa mengonsumsi jeruk langsung dari pohon, pengunjung juga bisa menikmati nasi liwet khas Cikajang, sekaligus dengan hidangan teh Cikajang.

Menurut Rizal, ia merintis kebun jeruk tersebut sejak masih kuliah di tahun 2013. Sebanyak 1.400 pohon jeruk jenis siam asal Garut ia tanam di lahan 1,2 hektare.

Sejak Februari 2017, Rizal membuka kebunnya untuk dikunjungi masyarakat umum dengan konsep kebun edukasi dan agrowisata. Dan kesuksesannya mengembangkan inovasi pertanian, membuat Rizal memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di Amerika Serikat di bidang Bisnis Pertanian.

“Pertanian berkonsep agrowisata ternyata sangat menarik dan indah,” kata Rizal. (*)

Reporter : RM
Editor: Mustika

Komentar