Syakur Amin Menyebut Tren Kasundaan Tergerus Arus Globalisasi

0
222

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Saat ini tren kasundaan kian mengkhawatirkan di tengah derasnya arus globalisasi ke tiap pelosok daerah, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan tatanan hidup masyarakat lainnya.

Bahkan semua pihak mulai dari pemerintah hingga organisasi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki konsen di bidang sosial budaya sunda agar bisa semakin menyemarakan budaya sunda, khususnya di kalangan anak muda atau milenial.

“Kita gak mau pada era globalisasi ini kehilangan jati diri kita, karena budaya itu selain jati diri juga menjadi kebanggaan kita. Masyarakat Garut kedepan harus menjadi masyarakat modern maju tanpa meninggalkan budaya,” kata Ketua Paguyuban Pasundan Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin kepada wartawan, Selasa (04/08/20).

Syakur menyebut, budaya harus melekat pada diri masing-masing, menurutnya, menganut budaya bukan berarti meninggalkan kemajuan dari ragam sektor kehidupan saat ini.

Taj hanya itu, moderintas saat ini bisa berjalan lurus dengan penguatan budaya sebagai jati diri bangsa, baik itu dalam tatanan pergaulan, keluarga ataupun pemerintahan.

“Paguyuban pasundan sebagai ormas yang punya warna kedaerahan tapi tetep nasionalis yang mengabdi pada sektor sosial budaya dan pendidikan. Di Garut ada 12 sekolah yang berafiliasi dengan Paguyuban Pasundan, kami sudah punya komitmen ikut serta berperan dalam pendidikan di Indonesia dan Garut. Diantaranya meningkatkan IPM Pendidikan, meningkatkan rata-rata lama sekolah. Tidak hanya itu, peningkatan kuantitas dan kualitas kegiatan khas sunda menjadi bagian penting yang perlu terus digalakan untuk kelesatarian budaya,” pungkasnya.

Reporter : MD Sumarna
Editor : AMK