oleh

Tangkapan Ikan Berlimpah Keberkahan Bagi Nelayan Garut Selatan

GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Keberkahan dirasakan para nelayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan bahwa hasil tangkapan ikan laut selama musim kemarau melimpah, dengan hasil penjualan ikan hingga Rp. 2 juta per hari untuk setiap nelayan.

“Jika dihitung uang memang hasil tangkapan bisa Rp. 1 juta sampai Rp. 2 juta dalam seharinya,” kata Adin (50) salah satu nelayan di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Kamis (6/8/19).

Baca juga : Dua Rumah di Leles Terbakar Diduga Akibat Korsleting

Ia menyebut, masyarakat pesisir pantai selatan Garut sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Kali ini menurut dia bisa memberi keberkahan bagi nilai tambah penghasilan nelayan, namun tidak selamanya menguntungkan, beberapa bulan lalu, terutama saat awal tahun 2019, nelayan tidak bisa melaut karena cuaca cukup berbahaya.

Baca juga : Polda Jabar Gelar Tabligh Akbar dan Shalat Gaib Untuk Mbah Moen

“Akhir tahun lalu mah sama sekali tidak bisa melaut sama awal tahun susah melaut, sekarang sudah lumayan tangkapannya mulai naik lagi,”jlasnya.

Ia mengungkapkan, sejak musim kemarau kondisi cuaca mulai bagus untuk kembali melakukan kegiatan mencari ikan di tengah lautan.

Cuaca yang bersahabat itu, kata dia, telah memudahkan nelayan mencari ikan dan memberikan keuntungan yang cukup baik dibandingkan cuaca pada awal tahun.

Baca juga : Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Kalangan Santri Pondok Pesantren Persatuan Islam

“Sekarang bisa memperoleh ikan paling sedikit enam kuintal sekali melaut, kebanyakan jenis ikan layur yang juga laku di pasaran ini,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya biasa melaut dengan beberapa nelayan lainnya selama tiga hari dengan membawa persediaan bahan bakar minyak sebanyak 30 liter dan perbekalan makan selama di laut.

Baca juga : Dua Warga Jaksel Gugat PLN ke PN Jaksel Karena Ikan Koi Mati

Ikan hasil tangkapan, kata dia, tidak dijual ke tempat pelelangan ikan, tetapi dijual langsung kepada bandar ikan yang sudah siap membelinya.

“Ikan seperti jenis layur, per ekornya dihargai Rp. 10 ribu sampai Rp. 12 ribu dan dijual ke tengkulak, yang tidak dibeli tengkulak dijual langsung ke masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Evan SR

Komentar

News Feed