KABARNUSATARA.ID – Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, selama ini tidak ada kasus baru penyebaran COVID-19 dari klaster pondok pesantren di Kabupaten Garut, meski begitu tetap harus waspada dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularannya.

“Khususnya di Ponpes Cipari atau pesantren yang lainnya, sampai hari ini tidak ada penambahan, alhamdulillah,” kata Helmi kepada wartawan di Garut, Sabtu (31/10).

Ia menuturkan, potensi penularan COVID-19 di Garut maupun daerah lainnya masih terjadi, sehingga kewaspadaan tetap harus dilakukan dengan wajib menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus tersebut,di langsir dari merdeka.com

Pemkab Garut, kata dia, melalui Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut terus bergerak menelusuri dan menangani warga yang terpapar positif COVID-19.

Khususnya, lanjut dia, penelusuran dilakukan di pondok pesantren dengan melakukan tes usap kepada para santri, guru maupun pengasuh pesantren yang hasilnya tidak ada penambahan kasus.

“Mudah-mudahan tidak bertambah lagi di kalangan santri maupun masyarakat,” kata Helmi.

Helmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19 dengan selalu pakai masker, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, dan menjaga pola hidup sehat.

Pemkab Garut, lanjut dia, sudah menerjunkan tim sukarelawan dari berbagai komunitas maupun kelompok masyarakat untuk terjun ke lapangan menyosialisasikan aturan dan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat Garut.

“Kalau yang terkait dengan COVID-19, kita sama-sama terjun di lapangan, dari pemerintah daerah juga ada relawan-relawan,” katanya.

Laporan terbaru Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut perkembangan terakhir kasus dari klaster pesantren lebih dari seratus kasus. Sedangkan secara akumulatif mencapai 716 kasus, sebanyak 306 kasus menjalani isolasi di rumah sakit, 395 kasus sudah dinyatakan sembuh dan 15 kasus meninggal dunia.