GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Juru Bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, MQ Iswara, mengklaim elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin di Kabupaten Garut naik hingga 40 persen. Tanpa menyebutkan nama lembaga surveinya, Iswara mengatakan data itu diperolehnya dari hasil lembaga survei independen.

“Pada 2014 Pak Jokowi hanya mendapat 29 persen. Hari ini sudah 40 persen. Itu hasil raihan survei independen,” ujarnya di sela acara Konsolidasi Partai Koalisi Pemenangan Jokowi- Ma’ruf Amin di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Garut, Sabtu (30/3/2019).

Dikatakannya, sisa waktu 14 hari akan dimanfaatkan TKD untuk terus meningkatkan elektabilitas paslon 01 agar bisa meraih kemenangan di Garut.

“Ada 10 partai pengusung, hampir terisi semua caleg dari tingkat kabupaten sampai pusat. Kami wajibkan semua caleg di partai pengusung untuk berkampanye Jokowi dan memasang gambar Jokowi di media kampanyenya,” katanya.

Baca juga : Muhammadiyah : Golput Tak Haram Tapi Memilih Wajib

Iswara meminta agar para caleg mengkampanyekan program Jokowi yang pro-rakyat, misalnya tentang tiga kartu sakti yang dicanangkan pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin.

“Ada kartu prakerja, kartu kuliah, dan sembako murah. Itu yang jadi tawaran Pak Jokowi. Itu murni dari Pak Jokowi dan tak dimiliki capres lain,” ujarnya.

Politisi Golkar itu optimis, dalam waktu yang masih tersisa pihaknya bisa mengoptimalkan raihan suara untuk kemenangan Jokowi- Ma’ruf Amin dengan dukungan 10 partai koalisi.

Baca juga : RJD Luncurkan Dodol Garut Berlabel Jokowi-Ma’ruf, Jokowi Acungkan Jempol

Seperti diketahui, Kabupaten Garut merupakan lumbung suara Prabowo pada Pilpres 2014 lalu. Pasangan Prabowo – Hatta pada saat itu menang telak dengan meraih 866.613 suara atau 70,12 persen, sementara pasangan Jokowi – JK hanya meraih 369.199 suara atau 29,88 persen.

Akankah posisi suara berubah? Kita lihat pada 17 April nanti.

Laporan : Jay
Editor: Mustika