Tolak Kekerasan Terhadap Muslim India, Tagar #ShameOnYouIndia Trending di Twitter

0
261

DUNIA, KABARNUSANTARA.ID – Jagat twitter dihebohkan dengan tagar #ShameOnYouIndia. Tagar ini terus trending hingga mencapai 43,7 rubu cuitan dengan tagar ini.

Lalu bagaimana tagar ini bisa menjadi trending? Hal ini berawal dari kerusuhan yang berlangsung di New Delhi, India sejak Minggu (23/2/2020).

Kerusuhan dipicu oleh protes terhadap undang-undang terbaru India yang disahkan pemerintah.

Lewat undang-undang yang dinamakan Citizenship Amandment Bill (CAB) pemerintah India dapat memberikan kewarganegaraan kepada kelompok agama minoritas dari tiga negara tetangga mayoritas muslim, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Afganistan.

Kerusuhan terjadi antara warga yang mendukung dan menolak undang-undang yang dianggap anti-muslim tersebut. 

https://twitter.com/kasehsaulmouk/status/1232824691871502336

Dikutip dari laman BBC, banyak warga muslim terlihat berkemas meninggalkan rumah mereka karena khawatir akan kekerasan yang terus berlanjut.

Para jurnalis yang meliput mengatakan bahwa massa menanyakan apa agama mereka, bahkan ada jurnalis yang diminta untuk menanggalkan celananya untuk mengidentifikasi apakah ia muslim atau bukan dengan cara melihat kemaluannya disunat atau tidak.

Kondisi lokasi bentrok dapat dilihat dari gambar-gambar dan video-video yang beredar di media sosial.

https://twitter.com/Riz__Ayu__/status/1232818055870238720

Unggahan di media sosial menunjukkan massa aksi merusak masjid serta membakar Al-Qur’an dan sajadah. Kelompok sayap kanan juga terlihat mengibarkan bendera India dan bendera Safron.

Sebuah video yang diunggah oleh jurnalis BBC @pritamroy_ di Twitter memperlihatkan seorang pria bertopi tengah memungut halaman-halaman Al-Qur’an yang dibakar dan mengumpulkannya dengan kantong plastik.

Dilansir dari akurat.co, laporan terakhir menyebutkan ada 23 orang tewas dan 189 orang terluka akibat bentrokan, korban termasuk dari kalangan polisi. Ini adalah kerusuhan pertama terkait CAB yang menewaskan polisi. (*)

Penulis : Ade Indra

Editor : AMK