BISNIS, KABARNUSANTARA.ID РToshiba resmi menyerah pada sektor bisnis laptop mereka setelah tak mampu bersaing dengan vendor-vendor lainnya setelah  berkecimpung 35 tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir Toshiba sudah memberikan sinyal akan mundur dari bisnis laptop. Namun pernyataan resmi dari Toshiba benar-benar membuatnya berhenti. Toshiba mengalihkan sisa saham minoritasnya mereka dalam bisnis komputer pribadi (PC) ke brand Sharp.

Pada tahun 2018, Toshiba telah menjual 80,1 persen saham di bisnis laptop mereka kepada Sharp. kemudian nama usaha laptop itu diubah oleh Sharp menjadi Dynabook.

Dalam pernyataannya beberapa hari yang lalu, Toshiba menyatakan bahwa Sharp telah menggunakan haknya untuk membeli sisa saham Dynabook yang dipegang oleh Toshiba pada akhir Juni.  Dengan resminya Toshiba menutup bisnis laptop diiringi dengan proses pengalihan saham dari Toshiba ke Sharp.

“Sebagai hasil dari pengalihan ini, Dynabook telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sharp,” kata Toshiba seperti yang dilansir dari Gizmodo.

Toshiba merupakan memimpin pasar laptop sepanjang tahun 90-an dan pada awal tahun 2000-an sebagai merk teratas. Namun beberapa tahun ke belakang, banyak brand seperti Lenovo, Apple, HP, dan Dell mulai membuat laptop yang lebih baik, dan bisnis laptop mulai Toshiba lesu.

Dilansir dari situs Engadget, Toshiba merupakan perusahaan pelopor dalam komputer portabel alias laptop. Dulu komputer jinjing didesain sulit untuk dibawa dan berukuran besar sehingga menyulitkan pemilik membawa komputer jinjingnya.