Rektor Universitas Garut ( Uniga), H.Abdussy Syakur Amin,


KABARNUSANTARA.ID- Rektor Universitas Garut ( Uniga), H.Abdussy Syakur Amin, mengungkapkan, pihak Rektorat Uniga mulai bersiap untuk melaksanakan kuliah tatap muka mulai Januari 2021, sesuai arahan Mendikbud, Nadiem Makarim, terutama persiapan menyangkut penerapan protokol kesehatan (Prokes) guna mencegah penyebaran Covid 19.

” Kami sudah memerintahkan kepada pimpinan fakultas untuk menginventarisir apa saja yang harus dipersiapkan. Saya kira infrastrutur, kesiapan dosen pengajarnya, dan juga kesiapan para pemangku kebijakan,” tutur Syakur.

Menurutnya, untuk kuliah tatap muka nanti akan dilakukan dengan beberapa skenario. Skenario pertama, dengan  pembagian jadwal kuliah, sebab tidak mungkin seluruh mahasiswanya masuk perkuliahan dalam waktu bersamaan. Karenanya ruangan yang biasanya dipakai 40 mahasiswa, pada saat Pandemi Covid 19 ini hanya akan diisi 20 orang.

“Ruangan yang kapasitasnya 40 orang, nanti hanya akan diisi 20 orang. Artinya perkuliahan akan berlangsung dua kali dalam sehari.  Atau mungkin saja yang  20 orang lagi tetap belajar Daring, baru minggu berikutnya, mereka tatap muka. Tapi hal ini akan berpengaruh pada kesiapan dosen dan yang lainnya, termasuk penyiapan anggarannya,” Katanya.

Lanjutnya, untuk kuliah tatap muka di Uniga kemungkinan akan dilaksanakan mulai semester genap, agar persiapan lebih matang. Untuk pelaksanaanya sendiri, institusinya akan menunggu ijin dari tim Satgas penanganan Covid 19 Kabupaten Garut, serta ijin dari orang tua mahasiswa.

Ditambahkannya, kuliah tatap muka ini harus dilakukan dengan konsekwensi logis yang harus ditanggung oleh lembaganya menyangkut finansial, dan mahasiswa serta orang tuanya, demi menjaga pelaksanaan Prokes untuk menjaga kesehatan semua pihak.

” Kami sudah menyiapkan beberapa sekenario kuliah tatap muka dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Saya pikir (kuliah tatap muka) harus dilaksanakan, jika tidak, saya khawatir proses pendidikan ini akan agak tertinggal. Sebab dengan cara seperti sekarang ini (Daring), proses pendidikan tidak mencapai hasil yang maksimal, masih ada bolong-bolong,” ucapnya.

Meski proses perkuliahan di masa Pandemi Covid 19 ini dilaksanakan secara Daring, namun pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan. Diantaranya untuk absensi di kampusnya yang tadinya secara manual, kini sudah terintegrasi dengan learning management system.

Dalam masa transisi ini kemungkinan besar, kata Syakur, proses perkuliahan akan dilakukan dengan tatap muka dan Daring. (Asep Sudrajat).