BANDUNG, KABARNUSANTARA.ID – Sempat melonjaknya kasus terpapar covid 19 cluster pesantren di Jawa Barat membuat Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum lakukan sosialisasi masif dengan mengumpulkan ulama-ulama di berbagai Kota, hal tersebut dilakukan Uu sebagai upaya pemerintah agar cluster penyebaran covid 19 dikalangan pesantren bisa terkendali.

“Tidak bisa dipungkiri di Jawa Barat ini penyebaran covid 19 di cluster pesantren memang ada, tidak bisa dipungkiri, ada di Kabupaten Kuningan ada di Kota Tasik dan Kabupaten Tasik, kemudia sekarang semuanya sudah bisa terkendali, mereka dipulangkan, tapi ada juga satu pesantren yang tidak mau dipulangkan,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat dihubungi kabarnusantara.id melalui sambungan telpon, Senin (02/11/20) siang.

Bahkan dalam perbincangan tersebut Uu menyebut bahwa pesantren yang tidak ingin memulangkan santrinya harus melakukan isolasi mandiri dibantu dengan pemerintah setempat.

“Kan saya ditugaskan oleh pak Gubernur untuk menangani pesantren, nah yang terbesar paparan nya itu ada di Kabupaten Kuningan karena memang santrinya juga banyak sekitar 400 orang, yang positif 200 orang,” ujar UU yang pernah menjadi Bupati dua periode di Tasikmalaya itu.

Selain itu Uu menyebut jika pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dalam menekan terjadinya penyebaran covid 19 cluster pesantren dengan berkeliling untuk berkomunikasi langsung dengan para kiyai para ustad agar tidak bosan menerapkan protikol kesehatan di pesantren dan dalam aktifitas sehari-hari.

“Dengan perintah pak gubernur saya terus berkeliling ke kyai dan ustad agar tidak bosan dan jangan henti-hentinya mempeehatikan protokol kesehatan, termasuk besok saya mau ke cianjur mengumpulkan sekitar 300 orang kyai, karena disana sudah muncul berita, saya akan memastikan kebenaran terkena dan tidaknya, hasil pemantauan kami yang terkena itu adalah pesantren yang ada sekolahnya,” pungkas Uu.

Reporter : Evan SR
Editor : AMK