PEKALONGAN, KABARNUSANTARA.ID. – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) di Kota Pekalongan H Hasan Bisri wafat saat tengah sujud salat. Almarhum meninggal saat melakukan salat tahiyatul masjid di rakaat pertama.

Detik-detik wafatnya ustaz Hasan Bisri terekam kamera CCTV. Video CCTV berdurasi 2 menit 20 detik ini merekam dengan jelas bagaimana Wakil Ketua Muhamadiyah menghembuskan napas terakhirnya saat sujud dalam shalat, lalu viral di sosial media. Peristiwa wafatnya Hasan Bisri terjadi pada Jumat (14/8) lalu. Dalam video itu tampak Hasan Bisri memakai jubah putih dan mulai menyalami jemaah yang ada di dalam masjid.

Usai menyalami jemaah, Hasan Bisri lalu mulai menggelar sajadah untuk memulai salat. Tampak pada menit ke 1.07 Hasan Bisri mulai melakukan salat sunah. Namun saat rakaat pertama dan saat sujud kedua Hasan Bisri tampak lama bersujud. Terlihat di menit 1.50 jemaah yang ada di kanan dan kiri Hasan Bisri mulai curiga dan mendatanginya.

“Beliau merupakan Wakil Ketua di PDM Kota Pekalongan. Setiap Jumat memberikan khotbah ke masjid-masjid. Setiap Jumat Pahing, beliau memberikan khotbah di Masjid Al Ashr,” kata Ketua PDM Kota Pekalongan, Pasrum Affandi saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (28/8/20).

Hasan Bisri yang bersujud lama itu lalu jatuh tertelungkup. Jemaah yang ada di sekitar Hasan Bisri langsung  menolong almarhum. Oleh para jamaah, almarhum langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Kala itu, almarhum bertugas untuk memberikan khotbah pada jemaah di Masjid Al Ashr di Perumahan Gama Asri, Pekalongan Barat. Hasan Bisri memang dikenal aktif berdakwah.

Pasrum mengenang Hasan Bisri tak pernah mengeluhkan sakit sehingga dia pun mengaku kaget dengan wafatnya almarhum. Selain itu, Hasan Bisri meninggal saat sedang melakukan salat tahiyatul masjid.

“Beliau selama ini sehat, tidak ada riwayat sakit tertentu. Beliau sedang salat tahiyatul masjid, jadi menjelang khatib ya, salat Jumat di Masjid Al Ashr saat sedang sujud,” terangnya.

Pasrum Affandi menambahkan selama ini almarhum memang aktif berdakwah maupun berkegiatan di masjid-masjid di Kota Pekalongan. Dia pun merasa kehilangan sosok yang juga aktif di Pimpinan Daerah Muhammadiyah itu.

“Kita merasa kehilangan beliau, tapi bersyukur, Allah memberikan anugerah dipanggil saat dalam melaksanakan kewajiban, melaksanakan salat dan bersujud, mudah-mudahan diampuni oleh Allah Swt dan diterima amal ibadahnya,” tuturnya.