GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Berdasarkan data dari Sub Devisi Pencegahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merelease data pada hari ini, dengan penambahan laporan kasus Suspek Covid-19 sebanyak 28 orang, yaitu 3 orang dari Kecamatan Karangpawitan, 2 orang dari Kecamatan Pangatikan, 5 orang dari Kecamatan Tarogong Kaler, 1 orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, 6 orang dari Kecamatan Leles, 1 orang dari Kecamatan Leuwigoong, 3 orang dari Kecamatan Sukawening, 3 orang dari Kecamatan Bayongbong, 1 orang dari Kecamatan Cilawu, dan 3 orang dari Kecamatan Limbangan (1 orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut);

Dari hasil testing, tracing dan tracking, maka hari ini berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 189, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 51 orang dan 3 kasus konfirmasi positif Covid-19 yang merupakan hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

“Kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai pemantauan (isolasi) bertambah sebanyak 19 orang, pada hari ini pula telah dilaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 1 orang, yaitu perempuan (KC-3364) usia 32 tahun dari Kecamatan Cibatu, adapun total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 24824 kasus, terdiri dari, kontak Erat : 16871 orang, (1749 Kasus isolasi mandiri dan 15122 Kasus discarded/selesai pemantauan,” ungkap Humas Gugus Tugas Yeni Yunita.

Bahkan jika dilihat dari suspek dengan jumlah 4385 kasus (335 Kasus isolasi mandiri, 2 Kasus Isolasi RS/perawatan, 4010 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal), Probable : 1 kasus meninggal, Konfirmasi + : 3567 kasus, (1445 Kasus isolasi RS/perawatan, 2028 Kasus sembuh dan 94 Kasus meninggal, ancaman penularan virus Covid-19 di keluarga (klaster keluarga) semakin meningkat.

“Saat ini memang klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri. Upaya pencegahan penularan virus (klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” pungkasnya.