GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Banjir yang merendam Kampung Sudika Indah, Desa Haurpanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Rabu sore (27/3/2019) kemarin, Kamis (28/3/2019) pagi tadi mulai surut. Puluhan warga yang mengungsi ke area Terminal Guntur pun sudah kembali ke rumah masing – masing.

Sayangnya, meski badan lelah karena tak tidur semalaman di tempat pengungsian, warga tak bisa langsung beristirahat. Mereka harus membersihkan lumpur dan air serta kotoran lainnya yang memenuhi rumah dan pekarangan.

Hendri Adut (22), warga Sudika Indah RT 02/13, mengatakan, ada 21 rumah yang benar-benar terendam banjir, terutama rumah-rumah yang berdekatan dengan tanggul Sungai Cimanuk.

Menurutnya, rumah yang di bawah (di dekat tanggul) terendam hingga 1 meter.

“Selain rumah, jalan pun tertimbun lumpur cukup tebal sehingga warga kesulitan untuk beraktivitas,” kata Hendri.

Tanpa dikomando, warga pun bergotong royong membersihkan lumpur dan kotoran sisa banjir.

“Dinihari tadi air sudah mulai surut, tapi baru sempat kami bersihkan pagi ini,” tambah Hendri sembari terus membersihkan lumpur di jalanan bersama warga lainnya.

Ia mengungkapkan, tidak ada tindakan khusus dari pemerintah terkait kejadian banjir kemarin.

“Ya kita lakukan semuanya sendiri, paling saudara – saudara ikut bantu, kalau dari pemerintah sih enggak,” ungkap Hendri.

Sebelumnya, hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Garut pada Rabu sore kemarin sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah titik di wilayah perkotaan. Selain merendam perkampungan, banjir juga merendam sejumlah jalan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut pada Rabu sore kemarin mengedarkan imbauan agar warga, terutama pengendara roda dua, tak melewati Talun, Jl. Pembangunan depan Pertamina, Jl. Proklamasi, Jalan Guntur Melati, Jl. Terusan Pembangunan, Jl Ciateul dan Jalan Otista. Menurut keterangan, jalan-jalan itu terendam banjir antara 30 hingga 40 cm setelah hujan lebat mengguyur.

Sedangkan banjir di Sudika Indah terjadi terutama akibat luapan air Cimanuk. Kampung ini memang bersebalahan dengan sungai yang tahun 2016 lalu sempat murka dan merenggut puluhan korban dengan banjir bandangnya.

Sepertinya, warga kampung ini sudah demikian akrab dengan banjir akibat luapan sungai terbesar di Kabupaten Garut ini. Setiap kali hujan besar turun, air sungai Cimanuk yang melewati Sudika Indah dipastikan meluap dan menerjang rumah-rumah di pinggirnya. Jika ini terjadi, warga langsung mengungsi ke lokasi di atasnya, tepatnya Terminal Guntur. Setelah banjir surut, warga pun kembali.

Alhasil, bukan sekali ini saja Sudika Indah terkena luapan air Sungai Cimanuk dan warganya mengungsi, tapi sudah berkali-kali. Pemerintah memang sudah membangun tanggul untuk menahan air. Sayangnya, meski sudah banyak mendapatkan laporan bahwa tanggul itu seringkali tak muat menahan luapan air, namun hingga kini belum ada upaya untuk meninggikan, sekaligus memperkuatnya.

Maka, jangan heran jika besok hujan lebat kembali turun dan air Cimanuk meluap, rumah-rumah di Sudika Indah akan kembali terendam. Warganya pun kembali mengungsi. (ihsan)