Waspada!! Embrio Rentan Terhadap Virus Corona Setelah Hamil 2 Minggu Awal

0
66

KESEHATAN, KABARNUSANTARA.ID – Penelitian baru ini menyatakan bahwa embrio dapat berisiko terkena virus corona atau Covid-19 pada awal minggu kedua jika ibu mereka mengalami masalah kesehatan.

Para ilmuan menyatakan penelitian tersebut menunjukkan ada kemungkinan bahwa Covid-19 dapat memengaruhi kemampuan embrio untuk ditanamkan dengan benar ke dalam rahim, atau berimplikasi pada kesehatan janin di masa depan.

Studi menumukan gen untuk protein yang membuat sel rentan terinfeksi oleh virus, dapat ditemukan di dalam embrio dalam 14 hari pertama perkembanganya. Itu merupakan tahapan penting dalam perkembangan ketika embrio menempel pada rahim dan melakukan perombakan pada jaringan.

Data itu diambil data ekspresi gen, suatu proses di mana gen tertentu diaktifkan untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan. Gen menyandikan protein dan protein menentukan fungsi sel, dan ribuan gen yang diekspresikan dalam sel tertentu menentukan apa yang akan terjadi berikutnya.

Menurut para ilmuwan, diperlukan lebih banyak penelitian karena temuan ini belum divalidasi pada tingkat protein, dalam model embrio sel induk atau model hewan. Para ahli juga sangat menekankan bahwa penelitian awal ini akan banyak menimbulkan pertanyaan.

David Glover dari University of Cambridge, dalam jurnal Open Biology menyatakan bahwa studi tersebut saat ini menawarkan indikasi bahwa efek potensial infeksi SARS-CoV-2 pada embrio awal harus diselidiki lebih lanjut.

Namun demikian, para ahli mengatakan bahkan apabila seorang ibu hamil terinfeksi virus corona , penularan virus terhadap bayinya sangat kecil. Selain itu, bahkan jika bayi itu terinfeksi hasil umumnya baik dan tidak akan menimbulkan masalah serius.

Christoph Lees dari Imperial College London mengatakan bahwa studi ini berbasis laboratorium yang menarik, menggunakan platform budaya yang sedang dikembangkan dan memungkinkan peneliti melihat ekspresi gen pada embrio awal pada manusia.

“Beberapa gen mungkin terlibat dalam bagaimana virus SARS-CoV-2 memasuki sel. Studi ini menemukan bahwa gen ini mungkin ada pada tahap yang sangat awal dan meningkatkan kemungkinan embrio rentan terhadap virus,” katanya seperti dikutip Metro, Kamis (6/8).

Dia menambahkan, pentingnya untuk diketahui bahwa penelitian ini berada pada tahap  sangat awal atau dalam tahap hipotesis. Dengan kata lain, masih ada banyak hal yang yang ditanyakan ketimbang jawaban yang muncul.

Dia juga menambahkan bahwa apa yang tampak mungkin dalam penelitian laboratorium masih jauh dari apa yang sebenarnya terjadi pada embrio manusia. Less menyebut penting untuk diketahui bahwa belum ada bukti peningkatan risiko keguguran atau masalah janin lainnya dari puluhan kehamilan yang telah terpapar Covid-19.

Andrew Shennan dari King’s College London menyatakan bahwa penelitian ilmiah ini menunjukkan sel-sel bayi di dalam rahim dapat terinfekksi oleh virus corona pada awal kehamilan jika mereka terpapar virus.

“Namun, basis bukti yang ada menunjukkan jarang ada virus yang melintasi plasenta dalam kehamilan. Bahkan jika sel janin terinfeksi, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa mereka akan dirugikan. Sebagian besar sel sembuh total setelah terinfeksi virus,” katanya.