BANDUNG | KABARNUSANTARA.ID – Badan SAR Nasional (Basarnas), menyiagakan sedikitnya 4500 personel untuk membantu pelaksanaan mudik lebaran tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya (TNI) Bagus Puruhito, Rabu (29/5/2019) di kawasan Rest Area Alun-Alun Limbangan saat mendampingi kunjungan kerja empat menteri memantau kesiapan pengamanan arus mudik.

Menurut Bagus, selain personel, sejumlah peralatan operasi penyelamatan pun disiapkan dari mulai kapal laut hingga helikopter. Semua peralatan tersebut, disiagakan untuk mendukung operasi penyelamatan di darat maupun laut.

Baca juga:

Menko PMK Puan Maharani Sebut Jalur Selatan Jawa Siap Hadapi Arus Mudik

Menurut Bagus, untuk kapal laut, untuk melengkapi sarana dan prasarana yang telah disiapkan jajaran TNI-Polri, pihaknya juga menyiapkan sedikitnya 68 unit kapal berbagai ukuran mulai dari panjang lebih dari 14 meter hingga 60 meter.

“Ada juga 114 speed boat yang semua kita siagakan di seluruh Indonesia, termasuk 7 unit helikopter milik Basarnas,” jelas Bagus.

Ada pun fokus operasi Basarnas pada arus mudik kali ini adalah melakukan upaya-upaya penyelamatan di jalur mudik dan wisata, terutama di ruas jalan tol. Tujuh unit helikopter yang disiagakan pun, rencananya akan ditempatkan di Denpasar, Surabaya, Lanud Atang Sanjaya, Semarang, Jembatan Merah hingga Tanjung Pinang.

“Untuk pengoperasian helikopter, kami juga harus berkoordinasi dengan Polri, karena harus ada helipad untuk pengoperasiannya,” jelasnya.

Baca juga:

Kadishub Jabar : Leles Kadungora, Malangbong, Potensi Kemacetan Arus Mudik/Balik

Penggunaan helikopter, menurut Bagus bisa saja untuk operasi penyelamatan di jalur mudik, terutama di ruas jalan tol. Semua bentuk kemungkinan pun, siap dihadapi oleh tim Basarnas untuk ikut mendukung kelancaran arus mudik.

Menko PMK Puan Maharani menambahkan, ruas jalur selatan Pulau Jawa, tetap akan menjadi pilihan pemudik karena keindahannya meski di jalur utara sudah ada tol trans Jawa. Namun, dirinya juga mengingatkan soal ancaman bencana alam yang bisa saja terjadi di jalur mudik lintas selatan Jawa.

“Nanti ada Basarnas yang juga siap membantu melakukan upaya penanganan bencana, tapi kita terus berdoa agar tidak sampai terjadi bencana dan semua berjalan lancar,” jelas Puan ditempat yang sama.

Reporter AMK
Editor : Mustika