GARUT|KABARNUSANTARA.ID – Pada Pemilu 2019 ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diperkirakan akan menambah satu kursi di DPRD Garut. Jika pada Pemilu 2014 meraih lima kursi, maka pada Pemilu 2019 ini diperkirakan meraih 6 kursi.

Inilah caleg PKB yang diperkirakan lolos ke DPRD Garut. Dapil 1, Ihat Solihat; Dapil 2, H. Romli dan Aji Kurnia; Dapil 3, H. Alit Suherman (petahana); Dapil 4, H. Subhan Fahmi; Dapil 5, Iden Sambas (petahana).

Baca juga :

Bikin Trenyuh, Bocah 7 Tahun Asal Cigedug Jualan Baso Keliling Demi Uang Jajan

Partai yang dibidani mantan Presiden RI, Gusdur ini, di Kabupaten Garut kian hari memang kian mendapat simpati masyarakat. Hal itu ditandai dengan raihan suara dan kursi legislatif yang grafiknya terus meningkat.

Menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh, tahun 2009 PKB hanya memiliki 3 orang wakilnya di DPRD Garut. Kemudian bertambah jadi 5 kursi pada tahun 2014. Sedangkan pada 2019 ini diperkirakan meraih 6 kursi.

“Bertambahnya kursi ini berkah dari kantor PKB yang baru berdiri, milik PKB sendiri. Dengan gedung kantor baru ini menjadi semangat baru bagi para caleg dan para kader. Kantor yang permanen ini menjadi simbol kebangkitan setelah melewati masa-masa sulit, terutama di tahun 2009, waktu itu kita cuma dapat tiga kursi,” tuturnya di Sekretariat DPC PKB Garut, Minggu (5/5/2019).

Selain menambah kursi di DPRD Garut, PKB juga berhasil menaikan suara dalam setiap Pemilu. Tahun 2014 partai ini meraih sebanyak 123.500 suara, pada Pemilu 2019 ini naik menjadi 149.000 suara.

Baca juga:

Pengurus SI Jabar Meminta Masyarakat Terima Presiden Terpilih sebagai Takdir Tuhan

“Kenaikannya sekitar 21 persen, makanya naik satu kursi. Insya Allah kader kita juga akan ada yang duduk di unsur pimpinan dewan (wakil ketua-Red), seperti periode 2014-2019,” paparnya.

Dadan sendiri selaku caleg DPRD Provinsi Jawa Barat, diprediksi akan berhasil menempati kursi. Ia meraih suara cukup meyakinkan yakni 56.850 suara. Sedangkan total suara PKB-nya 166.517 suara.

Reporter : Jay
Editor : Mustika