Dampak Covid 19 Yudi Nugraha Sebut Pengusaha Ekspor Garut Meradang, Pesanan Di Batalkan Negara Penerima

0
117

GARUT, KABARNUSANTARA.ID – Sudah masuk tiga pekan efek virus corona atau covid 19 dirasakan pahit oleh para pengusaha ekspor asal Garut, Jawa Barat. Pasalnya negara lain sudah tidak menerima pasokan barang dari tanah air setelah Indonesia dinyatakan zona merah di Asia Tenggara.

Wabah Pademi Corona sudah masuk ke sendi ekonomi di tingkat dasar seperti kaum petani, nelayan hingga eksportir daerah, Garut, Jawa Barat yang dikenal sebagai eksportir lobster, kulit, akar wangi hingga kopi saat ini sudah tidak bisa mengirim barang ke negara tujuan yang biasa memesan.

Baca Juga : Bantu Ekonomi Warga Terdampak Corona, Pengusaha Besi Limbangan Bagikan Sembako

Seperti Lobster asal laut Garut Selatan yang tak lagi diterima pasokannya oleh negara di asia tengara. Biasanya Lobster hasil tangkapan nelayan ini di ekspor ke negara Singapura, Thailand, Cina dan Jepang.

Dengan kondisi ini akhirnya nelayan Lobster harus menerima kehilangan pemasukan keuangan karena negara-negara tersebut menolak kiriman barang dari tanah air.

“Dengan kondisi ini pelaku ekspor mulai dari hasil laut hingga hasil bumi, kehilangan sumber keuangan, karena negara penerima membatalkan pemesanan dengan alasan Indonesia masuk zona merah di Asia Tenggara,” ujar Yudi Nugraha Lasminingrat Ketua Kadin Garut Minggu (05/04/20) Pagi melalui release yang diterima tim kabarnusantara.id .

Selain itu Yudi menyebut jika komoditas kopi umggulan Garut juga mengalami hal yang sama, jelang panen raya kopi, para penerima kopi asal Garut di Korea Selatan dan Thailand membatalkan pesanannya.

“ara petani kopi ini kebingungan, karena pengeluaran selama pembibitan hingga panen otomatis akan mandeg tak berputar,” jelasnya.

Pademi corona ini sudah merusak sendi ekonomi hingga ke masyarakat kecil, kaum petani, nelayan yang disinyalir akan mengalami kerugian karena kurangnya daya beli akibat sumber penghasilan mereka tidak diterima.

Reporter : Evan SR
Editor : AMK