GARUT|KABARNUSANTARA.IDSekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Pèrtamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, Guriansyah, mengungkapkan, beberapa investor asing menawarkan alat pengelolaan sampah di Kabupaten Garut. Diantara investor tersebut, yakni Korea, China, Jerman dan Amerika. Khusus Korea menawarkan investasinya hingga Rp. 56 milyar.

“Diantara investor itu belum ada satupun yang dipilih, karena masih harus dilakukan kajian lagi azas manfaatnya bagi masyarakat, karena investasi Rp. 56 milyar itu cukup besar,” kata Guriansyah, Kamis (22/08/2019).

Baca Juga: Penyebab, Dampak, Jenis, dan Cara Menanggulangi Polusi Udara

Menurutnya, ada beberapa kriteria yang berbeda dari keempat investior yang menawarkan investasi itu. Mulai dari kemanfaatannya, break even point berapa tahun. Semua kriteria itu berpengaruh pada nilai investasi.

Masing-masing investor, lanjut Guriansyah, ada yang menawarkan menjadi pembangkit listrik tenaga sampah, bahan bakar, disamping ada yang menawarkan menjadi pupuk organik. Namun katanya,  yang memungkinkan adalah pembangkit listrik tenaga sampah, karena di situ terdapat gas metan, yang berpotensi untuk menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.

Baca Juga: Pengertian dan Pentingnya Reboisasi

Reporter: Jay

Editor: Slamet Timur