Sejarah Singkat Nabi Adam AS

0
4057

GARUT|KABARNUSANTARA.ID Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan Allah paling sempurna. Sebab manusia memiliki sifat dan kelebihan yang ada pada malaikat dan setan. Tidak hanya diciptakan sempurna, manusia juga makhluk yang dimuliakan Allah. Ketika Nabi Adam dilahirkan, semua makhluk Allah diperintahkan untuk bersujud padanya.

Adam pun ditempatkan di surga, tempat di mana semua kebutuhan manusia dicukupi oleh Allah. Adam hanya perlu memintanya saja pada Allah. Entah itu makanan atau minuman yang enak, bahkan hingga teman hidup. Dalam artikel ini dibahas juga kisah Nabi Adam AS lainnya. Oleh karena itu, simak sampai habis!

Baca Juga: Beberapa Amalan di Hari Jum’at

Dalam kitab suci Alquran QS. Al-Baqarah ayat 30 dijelaskan kisah penciptaan Nabi Adam AS, Allah menjelaskan bahwa akan menciptakan makhluk untuk menjadi khalifah (pemimpin) di bumi. Pada saat itu, para malaikat sempat bingung karena bagi mereka, manusia memiliki kemungkinan merusak alam, menumpahkan darah sesamanya.

Ketika Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk mengambil tanah dari bumi, tetapi hanya malaikat Izrail sang malaikat pencabut nyawa yang bisa melaksanakan perintah Allah. Izrail turun lalu mengatakan jika bumi menolak berarti ia mendurhakai Allah. Ia pun mengancam tidak akan segan menghancurkan bumi apabila masih menolak.

Akhirnya bumi pun memberikan sari pati tanahnya. Dari zat itu, Allah membentuk tubuh dan meniupkan ruh sehingga hidup, lalu ditempatkan Allah di sisi timur dari surga dan diberi nama Adam. Saat itu, Allah memerintahkan semua ciptaannya untuk bersujud di hadapan Adam kecuali Azazil dikenal sebagai iblis. Allah melaknat Azazil dan menjanjikannya neraka.

Kisah Nabi Adam AS dan Hawa
Hawa adalah wanita pertama yang diciptakan oleh Allah sebagai pendamping Adam. Diceritakan dalam kisah di kitab suci Alquran dan Injil, suatu ketika Nabi Adam AS mengeluh karena kesepian. Bertahun-tahun tinggal di surga, ia hanya menikmati semua fasilitas sendirian. Allah merasa kasihan mendengarkan keluhan tadi.

Oleh karena itu saat Adam tidur, Allah mengambil satu tulang rusuk lalu mengubahnya menjadi seorang wanita bernama Hawa. Hawa terbukti menjadi istri yang sangat setia, bahkan ketika keduanya harus menjalani masa-masa sulit. Jika kamu pernah mendengar peribahasa cinta yang berbunyi wanita adalah tulang rusuk pria, maka asalnya adalah dari kisah tadi.

Kisah Nabi Adam AS Diturunkan ke Bumi
Dijelaskan sebelumnya bahwa Adam dan Hawa ditempatkan di surga. Segala kebutuhannya dipenuhi. Tapi ada satu larangan mutlak, yaitu tidak boleh memakan buah khuldi. Bertahun-tahun Adam dan Hawa mengikuti larangan Allah tersebut dengan patuh. Setan tidak senang dengan hal ini, sebab misi mereka adalah membuat manusia terjerumus ke neraka bersama-sama.

Setan membujuk Adam dengan mengatakan bahwa buah tersebut sangat lezat. Tapi, usaha tersebut sia-sia. Sayangnya, Hawa terhasut ucapan setan. Ia mengatakan pada suaminya jika hanya mendekat tidak akan ada masalah, asal tidak memakannya. Setelah mendekat, mereka lupa akan larangan Tuhannya. Tak bisa menahan nafsunya, mereka lalu memakan buah terlarang itu.

Saat mengetahui mereka telah melanggar aturan, Allah pun menjadi marah. kemudian Mereka diturunkan ke bumi. Merasa sangat menyesal, Adam dan Hawa bersujud memohon maaf atas kelalaian mereka. Allah memaafkan kelalaian mereka, tapi tidak langsung diangkat kembali ke surga. Adam diperintahkan untuk tinggal dan membangun peradaban di Bumi.

Mukjizat Nabi Adam AS
Setiap nabi Allah memiliki keistimewaan yang berbeda-beda, Keistimewaan para nabi biasanya disebut dengan mukjizat. Nabi Adam AS juga memiliki beberapa mukjizatya itu Kecerdasan, Tinggi Nabi Adam mencapai 30 meter, umur mencapai lebih dari 1000 tahun, anak anak kembar, dan menjadi khalifah pertama dibumi.

Baca Juga: Kapolres Sesalkan Ratusan Pengguna Kendaraan Dinas Pemerintah di Garut Tak Patuh Hukum

Kisah Habil dan Qabil Anak Nabi Adam AS
Sebenarnya Adam dan Hawa memiliki empat puluh anak yang terlahir kembar laki-laki dan perempuan. Tapi tidak semua kisah anak Nabi Adam AS dijelaskan di dalam kitab suci. Dari semua keturunan Nabi Adam AS, kisah Habil dan Qabil adalah yang paling terkenal. Sebab, kisah tersebut menceritakan dosa pertama manusia sejak diturunkan untuk hidup di bumi.

Diceritakan pada suatu hari Nabi Adam dan Hawa diperintah oleh Allah SWT untuk menikahkan dua pasangan kembar mereka yang paling tua. Pada saat itu, Habil memiliki kembaran wanita bernama Labuda, sementara Qabil memiliki kembaran bernama Iqlima. Karena ketentuan Allah, Habil akan menikahi Iqlima sementara Qabil dengan Labuda.

Qabil protes dengan keputusan itu, sebab ia ingin menikahi Iqlima yang memiliki paras lebih cantik dari Labuda. Tapi permintaan tersebut ditolak ayahnya. Meski permintaanya ditolak oleh ayahnya, Qabil pun tidak tinggal diam. Ia membuat sebuah rencana agar bisa menyingkirkan Habil, sehingga nanti dirinya yang akan menikahi Iqlima.

Suatu hari, saat Habil menggembala kambingnya, diam-diam Qabil mengambil batu, lalu menghantamkan batu tersebut ke kepala Habil hingga tewas, lalu Qabil menikahi Labuda dan Iqlima. Meski berhasil, tapi Allah melaknat Qabil. Allah berjanji kelak ia akan masuk neraka. Bahkan Nabi Muhammad berkata bahwa Qabil akan ikut menanggung dosa anak cucu Adam.

Kisah Wafatnya Nabi Adam AS
Dari riwayat Ubay bin Kaab, diceritakan bahwa saat mendekati akhir hidup, Nabi Adam meminta pada anak-anaknya mencarikan buah surga. Anak-anaknya pun mencari kesana dan kemari seharian, namun sayang, buah tersebut tak kunjung ditemukan. Di perjalanan, mereka bertemu malaikat yang menyamar menjadi orang yang membawa kain, wewangian, dan sekop.

Ia mengatakan pada mereka jika sebaiknya mereka pulang, karena ajal ayahnya sudah dekat. Mereka pun pulang, sambil diikuti orang asing tadi. Adam dan Hawa yang sebelumnya pernah tinggal di surga, mengenali sosok orang asing tersebut. Ia adalah malaikat maut yang bertugas mengambil nyawa Adam.

Setelah mencabut nyawa manusia pertama tersebut, ia lalu memandikan, mengkafani, dan memberi wewangian pada jenazah. Ia lalu menggali tanah, meletakkan jenazah di dalam lubang itu, lalu menumpukkan batu pada makam Nabi Adam AS. Dan sebelum pergi, Ia berpesan “Wahai bani Adam, ini adalah tuntunan bagi orang yang mati di antara kalian.”

Teladani Hal Positif dari Kisah Nabi Adam AS
Itu tadi kisah Nabi Adam AS yang dapat kita jadikan teladan dalam hidup. Lewat kisah manusia pertama itu, semoga kita jadi mengerti bagaimana Allah mengganjar hamba yang taat dan bagaimana ia menghukum hamba yang membangkang. Tidak hanya itu, kita juga jadi tahu asal-usul dan apa tujuan manusia ada di bumi ini.

Baca Juga: Bupati Minta Warga Garut Shalat Ghaib Saat Salat Jumat Besok

Penulis: M Reza